Direkt zum Hauptbereich

Posts

Es werden Posts vom Februar, 2014 angezeigt.

How To Be A German

Desember, minus delapan derajat celcius, salju terus turun, hamparan putih sepanjang ladang, langit yang hampir selalu abu-abu. Mobil melaju cukup kencang 170 km/jam, jalanan kosong, dan mobil tetap dalam keadaan stabil, bayangan betapa mobil swift saya akan bergoyang kalo dipacu sedemikian cepat, mengulas senyum di wajah saya. Oh.. jalanan tol jerman dan mobil buatan jerman, surga geng mobil dan motor yang suka balapan.
Hari kedua saya di Jerman, hanya semalam di Hamburg dan kini menuju Berlin, kota dimana tahun-tahun mendatang akan saya habiskan. Apa yang saya tahu tentang Jerman saat itu? TIDAK ADA! Bisa bicara jerman? sangat dasar alias A1 untuk sebatas dapat visa. Tahu budaya jerman? Yahh..seperti turis yang datang ke Indonesia dan berpikir bahwa semua orang Indonesia bisa menari atau bermain gamelan. Singkatnya F***k my life!
Tapi itu dulu, hidup di Jerman ternyata asik juga kalau sudah ketemu iramanya. Sekarang setelah beberapa waktu tinggal di Jerman, bolehlah saya seke…