Direkt zum Hauptbereich

How To Be A German

Desember, minus delapan derajat celcius, salju terus turun, hamparan putih sepanjang ladang, langit yang hampir selalu abu-abu. Mobil melaju cukup kencang 170 km/jam, jalanan kosong, dan mobil tetap dalam keadaan stabil, bayangan betapa mobil swift saya akan bergoyang kalo dipacu sedemikian cepat, mengulas senyum di wajah saya. Oh.. jalanan tol jerman dan mobil buatan jerman, surga geng mobil dan motor yang suka balapan.

Hari kedua saya di Jerman, hanya semalam di Hamburg dan kini menuju Berlin, kota dimana tahun-tahun mendatang akan saya habiskan. Apa yang saya tahu tentang Jerman saat itu? TIDAK ADA! Bisa bicara jerman? sangat dasar alias A1 untuk sebatas dapat visa. Tahu budaya jerman? Yahh..seperti turis yang datang ke Indonesia dan berpikir bahwa semua orang Indonesia bisa menari atau bermain gamelan. Singkatnya F***k my life!

Tapi itu dulu, hidup di Jerman ternyata asik juga kalau sudah ketemu iramanya. Sekarang setelah beberapa waktu tinggal di Jerman, bolehlah saya sekedar berbagi 5 keunikan-keunikan dari masyarakat jerman dan pengalaman di jerman. Mungkin kalau mau agak mainstream bisa dianggap sebagai panduan sederhana “ How to be a German!
  1. Orang Jeman itu seperti duren
    Kamu berdandan cantik/ganteng sambil menunggu bus di halte bus di suatu pagi yang cerah. Bus datang tepat waktu, kamu menunjukkan tiketmu kepada supir bus, selayaknya di Indonesia, kamu menebar pandang ke seluruh bis dan tersenyum lebar. Beberapa detik kemudian, kamu tersadar bahwa ada yang tidak biasa di dalam bis itu. Kemungkinannya ada dua : (a) Orang yang bertemu pandang denganmu, hanya balas menatap dengan ekspresi datar atau bahkan membuang muka (b) Bis dalam keadaan sunyi, dengan penumpang bis yang menatap lurus ke depan atau keluar jendela, pikiran mereka berkelana entah dimana, main hape, dan tidak ada yang mengobrol. Lalu terbersit di pikiranmu, apakah aku melakukan sesuatu yang salah? Apa mereka tidak suka aku naik bis ini? Jawabannya tidak dan tidak.

    Lalu mengapa suasana di dalam bis tadi seperti suasana film horror yang tegang? Banyak orang mengeluh (tidak hanya orang Indonesia) bahwa orang jerman sangat menjaga jarak. Orang Jerman pada dasarnya adalah orang-orang yang baik, terbuka, dan humoris ( dengan gaya mereka tentunya).

    Itulah yang saya maksud dengan duren, orang jerman adalah orang yang menyenangkan namun tersembunyi dibalik sikap yang acuh atau dingin. Ya ibarat duren baru enak kalau kulitnya sudah dikupas. Betul! duren bukan jeruk, jadi tidak semudah itu dikupas, tapi harus dengan usaha dan waktu. Yang kedua ini lebih penting daripada yang pertama.

    Mungkin hal ini pada awalnya sulit dipahami oleh orang Indonesia, karena kita begitu terbiasa untuk berbicara bahkan mengenai hal-hal yang pribadi dengan orang yang baru kita temui. Contohnya: Mau beli kopi sachet di warung sebelah saja, bisa pulang ke rumah membawa cerita dari ibu pemilik warung yang khawatir anaknya jadi cabe-cabean.

    Kembali lagi ke jerman, kalau kamu ingin membangun pertemanan dengan orang jerman, rahasianya satu : SABAR!

  2. Amati cuaca hari ini! Jadi kamu sudah mulai terbiasa dengan senyum tak berbalas atau kesunyian yang agak berlebihan di transportasi umum, tapi kamu tetap memiliki kebutuhan untuk berbicara dengan orang lain (siapapun itu, kalau perlu ibu-ibu yang duduk di sebelah kamu). Bagaimana kamu memulai basa basi? Kan gak mungkin juga tanya “ Ibu mau kemana?” bisa-bisa dihardik “Itu bukan urusan kamu” trus dia pindah kursi karena kamu dikira mau berbuat sesuatu yang tidak menyenangkan, belum lagi tatapan aneh dari orang-orang di sekitar kalian. Mulailah dengan bicara soal cuaca! Yah cuaca! “Dingin ya hari ini? “Akan hujan gak sih hari ini?” Detail cuaca yang menurut kita tidak penting karena kita terbiasa dengan suhu hampir 30 derajat celcius sepanjang tahun. Tidak ada jaminan sukses, tapi setidaknya topik ini sangat aman. Nah, apakah pembicaraan bisa berkembang akan tergantung dari respon orang yang kamu ajak bicara. Kalau iya , mungkin dia akan bertanya kamu dari mana dsb sehingga kesunyian di transportasi umum tadi agak berkurang . Kalau gagal, ingat pada poin no satu..SABAR!

  3. Nikmatilah anekaragam roti Roti gelap atau roti hitam adalah nama yang diberikan untuk roti whole-weat yang menyebabkan roti berwarna gelap. Oh..kaya tawar sari roti gitu? TIDAK! Roti gelap ini berat! Bobotnya bisa berkisar antara 500g – 1 kg. Jadi bukan roti tawar yang makan 5 lembar gak kenyang tapi roti ini padat dan mengenyangkan, juga sangat bisa menyakiti objek tertentu kalau dilempar. Selain itu pada setiap roti yang kamu beli akan tertera jenis gandum apa yang dipergunakan misal 70% Dinkel 30% Rogen. Setiap jenis gandum memiliki rasa dan kandungan kalori yang berbeda. Saking banyaknya jenis roti di Jerman yang konon mencapai 1000an , terdapat museum roti di Frankfurt.
  4. Rencanakan harimu, minggumu, bahkan tahunmu Tidak ada orang Jerman yang tidak membuat rencana! Semua atau okay, hampir semua. Bukan persoalan membuat rencana adalah sesuatu yang spesial tapi skala dan bagaimana mereka membuat perencanaan itu yang membuat kadang geleng-geleng kepala. Pertama mereka menulis hal yang pasti akan dilakukan dalam satu tahun, misal : liburan musim panas, natal, paskah. Setelah itu, mereka akan mengurutkan dari bulan ke bulan, rencana tambahan apa yang akan dilakukan. Jika ada jadwal yang kosong di bulan-bulan tertentu, mereka akan menghubungi keluarga atau teman mereka untuk membuat rencana tambahan, dan teman dan keluarga mereka pun akan melakukan hal yang sama. Jika kamu bertemu dengan teman jermanmu ini pada bulan januari, dan mengajukan rencana untuk misalnya piknik satu hari ke suatu tempat, maka mereka akan mengecek jadwal mereka secara teliti dan bisa memberikan jawaban “ Ok, aku ada waktu bulan Maret, minggu ke 3 dari pagi hari hingga jam 5 sore” Well..Selamat datang di Jerman!

  5. Katakan segala sesuatu apa adanya! Orang jerman adalah orang yang jujur dan direct. Mereka tidak memberikan jawaban seperti orang Indonesia “ Kurang tau” atau “Ya..kita lihat aja nanti”. Mereka menjawab “Tidak” atau “Ya” Jangan kaget bahwa ketika kamu tersesat dan menanyakan jalan pada seseorang “ Bisa tolong kasih tau gak jalan ke A?” jika orang itu tidak tau mereka akan jawab “ Gak!’ terdengar jahat, tapi mereka menjawab tidak karena mereka memang tidak tahu.

  6. Privacy adalah segalanya Setidaknya bicara dari pengalaman pribadi, orang Indonesia susah untuk mengerti konsep privacy Kakak saya biasa membacai diary saya kemudian menggunakannya sebagai bahan untuk mengejek . Kalau saya mengunci pintu kamar pasti keluarga saya mengira saya menyembunyikan sesuatu. Teman saya mengomentari pilihan pacar. Orang yang tidak saya kenal bisa tiba-tiba mendekat dan berkata “Boleh dong neng bagi nomer hpnya” dsb dsb… Orang jerman sangat menghargai privacy itulah kadang yang memberikan kesan bahwa mereka dingin dan berjarak. Dalam hal tertentu bahkan sangat berjarak seperti kasus berikut : Bayangkan kamar tidur sepasang suami-isti, lalu konsentrasika pikiran pada tempat tidur pasangan tersebut. Sebuah tempat tidur besar, dua buah bantal berisi bulu angsa yang membuat bangun pagi terasa smakin berat, selembar kain besar agak tebal seperti yang biasa kita lihat di hotel untuk menutupi kasur dan selimut dari debu. Sampai sejauh ini masih normal sampai kita melihat apa yang ada dibalik kain tebal tersebut : Ternyata bukan sebuah tempat tidur besar, tapi 2 tempat tidur single yang dijadikan satu tentunya dengan dua buah kasur single, dan dua buah selimut single. Yup! Jadi tempat tidur besar tadi tidak dilengkapi dengan kasur king/queen size untuk dua orang dengan selimut besar untuk berdua, melainkan 2 kasur single dengan selimut masing-masing. Privacy adalah sesuatu yang musti di junjung tinggi tapi untuk membawanya bahkan ketika kita tidur, agak susah juga.

  7. Keren tidak penting asal sesuai dengan kebutuhan Orang Jerman tidak seperti orang Perancis yang sangat memperhatikan fashion dan penampilan. Mereka tidak perduli jika mereka tidak terlihat keren asal mereka tidak kedinginan atau basah. Orang lebih perduli akan fungsi dan mereka mau menghabiskan banyak uang itu mendapatkan kualitas yang paling baik dari fungsi yang diinginkan Adalah awam menjumpai orang jerman dengan jaket hiking seharga 200-500 Euro karena dianggap harga tersebut sesuai untuk fungsi anti air, anti angin atau sering disebut hard-shell dan dikombinasi dengan jaket tambahan di dalamnya baik itu fleece atau soft shell saat musim dingin Merk yang paling umum dipakai adalah jack wolfskin, north face dan mammut. Kalau mau jadi orang jerman setidaknya ada dua outfit yang harus dimiliki : Jaket hiking dan sepatu hiking 8. Selamat datang di Rimba bahasa Tantangan terbesar menjadi orang jerman adalah menguasai bahasanya. Tiap bahasa memiliki tantangan gramatik tersendiri. Dalam bahasa jerman tantangan ini ibarat rimba bahasa. Setiap kata benda dalam bahasa jerman memiliki artikel : laki-laki, perempuan, atau netral. Artikel ini bentuknya dapat berubah tergantung dari posisinya dalam kalimat sebagai subjek atau objek, atau kata kerja apa yang didepannya, atau awalan apa yang digunakan atau kata benda tersebut menerangkan apa. Kesalahan mengingat artikel berakibat pada kesalahan perubahan bentuk yang selanjutnya. Apakah kesalahan artikel membuat orang jerman sulit memahami kita? Kesalahan artikel hanya akan membuat kalimat terdengar aneh di kuping orang jerman tetapi arti tidak berubah , tapi kesalahan perubahan bentuk berdasarkan posisi kata tersebut dalam kalimat akan membuat orang jerman kebingungan. Itu hal-hal yang paling berkesan buat saya. Tambahin ya kalo ada yang belum disebut


Kalau teman-teman ingin kuliah di Jerman, tapi ragu untuk memilih bimbingan murah dan yang terpercaya, teman-teman bisa kirim email ke info@aupairindo.com atau klick DISINI Jangan tertipu, Sekolah di Jerman itu Mudah dan Murah!



Beliebte Posts aus diesem Blog

Culture Shock! Pengalaman Pertama Melihat Wanita Telanjang Di Eropa.

Betul, temen-temen gak salah baca judul post ini. Di seri blogger posts kali ini saya ingin berbagi sedikit beberapa pengalaman kultur shock saya selama saya tinggal di Eropa. Well... pada saat menulis blog ini, saya sudah 10 tahun tinggal di Eropa, dengan kata lain, ada cukup banyak yang bisa saya ceritakan ke kalian.

Sebelum saya mulai cerita ini perlu saya ceritakan bahwa sebelum saya pergi ke Eropa, saya belum pernah melihat wanita telanjang sama sekali temen-temen, kecuali dari filem porno atau dari melihat orang gila di jalanan. Waktu berangkat ke Jerman usia saya masih 19 tahun. Kebayangkan bagaimana "culun" dan "cupu" nya saya pada wakut itu.

Pada hari itu di Jerman adalah musim panas. Suhu udara nya kurang lebih 35 derajat, suhu yang cukup tinggi untuk penduduk Eropa. Saya masih tinggal di pinggiran kota Stuttgart waktu itu. Kalau tidak salah, itu adalah bulan ke tiga saya tinggal di Jerman. Saya tinggal bersama keluarga asuh saya yang kebetulan adalah seo…

Pacaran Dengan Bule, seperti apa, dan bagaimana caranya?

Hallo temen-temen semua, pertama-tama saya mau minta maaf kalau judul di atas kurang berkenan. Tulisan ini hanyalah sekedar intermezzo buat kalian yang sedang berjuang untuk berangkat ke Eropa. 
Tapi tentunya tulisan kali ini bukan berarti iseng-iseng, mungkin ada di luar sana temen-temen yang sedang mencari jawaban atas pertanyaan diatas, who knows? Tema kita kali ini mungkin tidak banyak kaitannya dengan study di Jerman atau Au pair, akan tetapi seperti yang temen-temen pernah lihat sendiri, tidak jarang orang indonesia berpacaran atau bahkan menikah dengan orang asing. Mungkin ada dari kita yang penasaran seperti apa sih punya pacar bule? atau mungkin ada juga yang tidak suka dan cendrung berfikir negativ ketika melihat orang indonesia punya pasangan bule. Sebelum kita berperasangka yang macam-macam, ayo kita coba pelajari seperti apa sih punya pacar bule atau lebih tepatnya di konteks ini, orang Jerman.Pertama-tama untuk menyamakan persepsi, menurut kebanyakan orang, bule adalah: …

Wow dari TKI dan Aupair akhirnya saya menjadi Mahasiswa dan bekerja di Eropa, ini caranya.

Buat kalian yang bercita-cita untuk sekolah di luar negeri, namun punya kendala biaya, jangan khawatir, saya punya pengalaman yang sama dengan kalian.

Sebelum kalian membaca lebih lanjut, pesan saya satu dan ini memang sudah benar-benar terbukti dan saya adalah salah satu orang yang membuktikannya. 

Dimana ada kemauan disitu ada jalan. Selama kalian memiliki tekad yang kuat untuk meraih sesuatu dan kalian berusaha semaksimal mungkin, maka saya yakin kesuksesan hanya tinggal menunggu waktu.

Okey, memang saya sudah banyak bercerita tentang pengalaman saya ini, akan tetapi saya suka mengulang cerita ini, karena saya ingin kalian tidak patah semangat seandainya kalian belum kunjung mendapatkan apa yang kalian cita-citakan.

Saya mungkin bukan orang yang paling agamis yang pernah kalian temuin, akan tetapi selama saya menempuh kehidupan disini, saya banyak sekali merasakan adanya tangan-tangan tidak terlihat yang membantu saya dikala saya mengalami kesulitan. Bahkan sebenarnya tidak lama s…