Direkt zum Hauptbereich

Mau dapet Beasiswa dengan mudah? ini Tricknya!

Malam Indonesia, International Club
Selamat malem temen-temen sudah beberapa hari ga nulis, jadi gatel pengen nulis lagi. Tema AupairIndo kali ini adalah bagaimana kita bisa mendapatkan beasiswa dengan mudah. Oke.. mudah itu relativ, tapi yang saya maksud disini adalah bahwa prosedur untuk mendapatkan beasiswa ini tidak seperti beasiswa-beasiswa pada umumnya.






Perlu di ketahui sebelumnya bahwa beasiswa yang saya maksud disini adalah:
  1. Tidak Penuh. Artinya besarnya nilai beasiswa tidak bisa mencukupi seluruh kebutuhan hidup. 
  2. Beasiswa tidak di berikan secara cuma-cuma, melainkan untuk mendapatkannya teman-teman harus menyelesaikan perkerjaan yang tidak terlalu menyita waktu. 
  3. Untuk bisa mendapatkan beasiswa ini, teman-teman harus sudah berada di Jerman dan terdaftar sebagai mahasiswa di salah satu universitas negeri.
Cara untuk mendapatkan beasiswa ini adalah dengan "berorganisasi". Di hampir setiap Universitas di Jerman, teman-teman akan menemukan banyak organisasi-organisasi mahasiswa yang bergerak di berbagai bidang: Politik, Akademis, Sosial dan bimbingan mahasiswa asing. Mungkin bagi teman-teman yang sedang kuliah di Jerman kata "AStA" tidak asing lagi di telinga. Organisasi-organisasi kemahasiswaan ini, sama seperti PPI memilik struktur organisasi yang besar. Setiap posisi di struktur organisasi ini di jabat oleh seorang mahasiswa/i yang dipilih secara demokratis. Namun, ada beberapa posisi dimana persaingan pemilihan kepengurusannya tidak begitu ketat seperti dibidang-bidang lainnya. Misalnya "Auslandsreferat" atau bagian yang mengurusi permasalahan mahasiswa asing. Seandainya teman-teman aktiv di organisasai kemahasiswaan ini, kemungkinan besar teman-teman nantinya akan di minta untuk dapat menjabat di posisi ini. Dan, sebagian besar posisi di struktur AStA kalian akan mendapatkan kompensasi atau beasiswa yang besarnya berkisar antara 300 s/d 400 Euro per bulannya.

Pengalaman saya pribadi, tahun 2010 saya aktiv di salah satu organisasi kemahasiswaan yang mengurusi mahasiswa program pertukaran "Erasmus": International Club. Pada awalnya saya hanya sering datang ke acara-acara yang mereka selenggarakan. Biasanya setelah acara selesai saya tidak langsung pulang. Saya selalu menawarkan bantuan saya untuk membereskan ruangan dimana acara berlangsung. Dari situ saya mulai mengenal pengurus organisasi ini secara personal. Tak lama dari situ mereka mengajak saya untuk membantu menyelenggarakan acara-acara kecil seperti malam keakraban, malam karaoke dlsb. Acaranya sangat sederhana, member organisasi ini berkumpul disuatu Cafe dan mereka bercakap satu sama lain. Tugas kita hanyalah mencari lokasi yang menarik. Pada tahun 2011 Saya di percaya menjadi Bendahara organisasi ini. pada waktu itu saya mendapatkan beasiswa sekitar 250 Euro per bulan. Tahun 2012 Saya menjabat sebagai Vice President di organisasi ini. Beasiswa yang saya dapatkan untuk posisi ini 350 Euro per bulan, cukup untuk membayar appartement dan belanja bulanan di Berlin. Waktu yang saya investasikan untuk organisasi ini perminggunya hanyalah 6 Jam. Selain mendapatkan beasiswa kalian juga mendapatkan teman dan pengalaman yang besar.

Kalau teman-teman ingin kuliah di Jerman, tapi ragu untuk memilih bimbingan murah dan yang terpercaya, teman-teman bisa kirim email ke zapato.syarif@gmail.com atau klick DISINI Jangan tertipu, Sekolah di Jerman itu Mudah dan Murah!



Beliebte Posts aus diesem Blog

Culture Shock! Pengalaman Pertama Melihat Wanita Telanjang Di Eropa.

Betul, temen-temen gak salah baca judul post ini. Di seri blogger posts kali ini saya ingin berbagi sedikit beberapa pengalaman kultur shock saya selama saya tinggal di Eropa. Well... pada saat menulis blog ini, saya sudah 10 tahun tinggal di Eropa, dengan kata lain, ada cukup banyak yang bisa saya ceritakan ke kalian.

Sebelum saya mulai cerita ini perlu saya ceritakan bahwa sebelum saya pergi ke Eropa, saya belum pernah melihat wanita telanjang sama sekali temen-temen, kecuali dari filem porno atau dari melihat orang gila di jalanan. Waktu berangkat ke Jerman usia saya masih 19 tahun. Kebayangkan bagaimana "culun" dan "cupu" nya saya pada wakut itu.



Pada hari itu di Jerman adalah musim panas. Suhu udara nya kurang lebih 35 derajat, suhu yang cukup tinggi untuk penduduk Eropa. Saya masih tinggal di pinggiran kota Stuttgart waktu itu. Kalau tidak salah, itu adalah bulan ke tiga saya tinggal di Jerman. Saya tinggal bersama keluarga asuh saya yang kebetulan adalah seo…

Pacaran Dengan Bule, seperti apa, dan bagaimana caranya?

Hallo temen-temen semua, pertama-tama saya mau minta maaf kalau judul di atas kurang berkenan. Tulisan ini hanyalah sekedar intermezzo buat kalian yang sedang berjuang untuk berangkat ke Eropa. 
Tapi tentunya tulisan kali ini bukan berarti iseng-iseng, mungkin ada di luar sana temen-temen yang sedang mencari jawaban atas pertanyaan diatas, who knows? Tema kita kali ini mungkin tidak banyak kaitannya dengan study di Jerman atau Au pair, akan tetapi seperti yang temen-temen pernah lihat sendiri, tidak jarang orang indonesia berpacaran atau bahkan menikah dengan orang asing. Mungkin ada dari kita yang penasaran seperti apa sih punya pacar bule? atau mungkin ada juga yang tidak suka dan cendrung berfikir negativ ketika melihat orang indonesia punya pasangan bule. Sebelum kita berperasangka yang macam-macam, ayo kita coba pelajari seperti apa sih punya pacar bule atau lebih tepatnya di konteks ini, orang Jerman.Pertama-tama untuk menyamakan persepsi, menurut kebanyakan orang, bule adalah: …

Wow dari TKI dan Aupair akhirnya saya menjadi Mahasiswa dan bekerja di Eropa, ini caranya.

Buat kalian yang bercita-cita untuk sekolah di luar negeri, namun punya kendala biaya, jangan khawatir, saya punya pengalaman yang sama dengan kalian.

Sebelum kalian membaca lebih lanjut, pesan saya satu dan ini memang sudah benar-benar terbukti dan saya adalah salah satu orang yang membuktikannya. 

Dimana ada kemauan disitu ada jalan. Selama kalian memiliki tekad yang kuat untuk meraih sesuatu dan kalian berusaha semaksimal mungkin, maka saya yakin kesuksesan hanya tinggal menunggu waktu.

Okey, memang saya sudah banyak bercerita tentang pengalaman saya ini, akan tetapi saya suka mengulang cerita ini, karena saya ingin kalian tidak patah semangat seandainya kalian belum kunjung mendapatkan apa yang kalian cita-citakan.



Saya mungkin bukan orang yang paling agamis yang pernah kalian temuin, akan tetapi selama saya menempuh kehidupan disini, saya banyak sekali merasakan adanya tangan-tangan tidak terlihat yang membantu saya dikala saya mengalami kesulitan. Bahkan sebenarnya tidak lama s…