Direkt zum Hauptbereich

Apa itu Uni-Assist?

Logo Uni-Assist
Bagi teman-teman yang sekarang sedang berusaha melanjutkan study di Jerman pasti nama Uni-Assist tidak asing lagi. Bagi yang belum mengenal Uni-Assist, kalian sudah berada di jalan yang benar, dengan membaca artikel ini kalian akan mendapatkan pemahaman yang lebih tentang dunia perkuliahan di Jerman.

Uni-assist adalah sebuah organisasi yang memiliki tugas utama, memeriksa dan mengevaluasi dokument-dokument yang di keluarkan organisasi/ Institusi pendidikan diluar Jerman. Uni-assist memeriksa apakah Ijazah kelulusan yang kamu kirimkan memiliki standard yang sama dengan ijazah sekolah-sekolah di Jerman dan juga mereka memeriksa apakah dengan Ijazah yang kamu punya, kamu dapat melanjutkan pendidikan di universitas-universitas di Jerman. Selain itu apabila diminta oleh universitas, uni-assist juga memeriksa kelengkapan dokument-dokument yang di syaratkan oleh universitas-universitas tersebut. Misalnya seperti sertifikat bahasa, pengalaman bekerja, Kurikulum Vitae dan lain sebagainya. Apabila dokument yang kamu kirimkan ke Uni-Assist telah diperiksa dan dinyatakan lengkap, maka selanjutnya Uni-assist akan mengirimkan kopie semua dokument kamu tersebut dalam bentuk aplikasi lamaran ke universitas-universitas pilihan kamu. Yang paling penting untuk di ketahui adalah, bahwa Uni-Assist hanya memeriksa dokument kamu saja, semua keputusan berkaitan dengan diterima atau tidaknya calon mahasiswa di tentukan sepenuhnya oleh universitas.
"Program bimbingan Study AupairIndo membantu kamu dalam menyelesaikan proses pendaftaran-pendaftaran universitas baik melalui maupun tanpa melalui Uni-assist".
Uni-assist tidak di biayai oleh pemerintah Jerman, oleh karena itu Uni-assist dalam melakukan kerjanya memungut biaya dari calon mahasiswa (Besarnya sekitar 60 Euro untuk pendaftaran pertama). Akan tetapi terkadang ada beberapa universitas di Jerman yang mengambil alih biaya tersebut, terutama untuk program master. Contohnya adalah Uni Potsdam. Pendaftar tidak dikenakan biaya untuk mendaftar program master melalui Uni Assist.

Siapa saja anggota uni-assist: 
Saat ini ada 157 universitas negeri di Jerman yang terdaftar sebagai anggota uni-assist. Termasuk universitas-universitas ternama seperti TU München, Uni Heidelberg dan Charité Berlin. 

Dimana kantor pusat Uni-Assist? 
Uni-Assist berkantor pusat di Berlin, tepatnya di:
Uni-assist e.V.
Helmholtzstrasse 2-9
D-10587 Berli, Germany

Untuk mendaftar di universitas-universitas di Jerman, kalian bisa menggunakan online portal uni-assist yang bisa kalian print dan kirimkan melalui jalur post langsung dari indonesia. Ingat, Aplikasi lamaran kamu hanya akan di proses seandainya kamu telah membayar biaya pendaftaran. Oleh karena itu bayarlah jauh jauh hari sebelum deadline pendaftaran ditutup. Perlu diperhatikan juga proses pembayaran dari Indonesia tentunya memakan waktu hingga dua minggu.

Setiap Universitas dan Fachhochschule memiliki persyaratan pendaftaran dan deadline yang berbeda. Hal ini bervariasi tidak hanya dari universitas ke universitas melainkan juga bervariasi dari negara bagian ke negara bagian, bahkan jurusan ke jurusan. Oleh karena itu sebelum kalian mendaftar, kalian di harapkan untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya dari jurusan dan universitas tujuan. 

Sekali lagi di tekankan, Uni-assist secara umum tidak memberikan jawaban untuk pertanyaan yang berkaitan dengan persyaratan universitas dan jurusan tertentu. Uni-Assist hanya menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan pemeriksaan kelengkapan dokumen aplikasi lamaran kamu.

Kalau teman-teman ingin kuliah di Jerman, tapi ragu untuk memilih bimbingan murah dan yang terpercaya, teman-teman bisa kirim email ke zapato.syarif@gmail.com atau klick DISINI Jangan tertipu, Sekolah di Jerman itu Mudah dan Murah!



Beliebte Posts aus diesem Blog

Culture Shock! Pengalaman Pertama Melihat Wanita Telanjang Di Eropa.

Betul, temen-temen gak salah baca judul post ini. Di seri blogger posts kali ini saya ingin berbagi sedikit beberapa pengalaman kultur shock saya selama saya tinggal di Eropa. Well... pada saat menulis blog ini, saya sudah 10 tahun tinggal di Eropa, dengan kata lain, ada cukup banyak yang bisa saya ceritakan ke kalian.

Sebelum saya mulai cerita ini perlu saya ceritakan bahwa sebelum saya pergi ke Eropa, saya belum pernah melihat wanita telanjang sama sekali temen-temen, kecuali dari filem porno atau dari melihat orang gila di jalanan. Waktu berangkat ke Jerman usia saya masih 19 tahun. Kebayangkan bagaimana "culun" dan "cupu" nya saya pada wakut itu.



Pada hari itu di Jerman adalah musim panas. Suhu udara nya kurang lebih 35 derajat, suhu yang cukup tinggi untuk penduduk Eropa. Saya masih tinggal di pinggiran kota Stuttgart waktu itu. Kalau tidak salah, itu adalah bulan ke tiga saya tinggal di Jerman. Saya tinggal bersama keluarga asuh saya yang kebetulan adalah seo…

Pacaran Dengan Bule, seperti apa, dan bagaimana caranya?

Hallo temen-temen semua, pertama-tama saya mau minta maaf kalau judul di atas kurang berkenan. Tulisan ini hanyalah sekedar intermezzo buat kalian yang sedang berjuang untuk berangkat ke Eropa. 
Tapi tentunya tulisan kali ini bukan berarti iseng-iseng, mungkin ada di luar sana temen-temen yang sedang mencari jawaban atas pertanyaan diatas, who knows? Tema kita kali ini mungkin tidak banyak kaitannya dengan study di Jerman atau Au pair, akan tetapi seperti yang temen-temen pernah lihat sendiri, tidak jarang orang indonesia berpacaran atau bahkan menikah dengan orang asing. Mungkin ada dari kita yang penasaran seperti apa sih punya pacar bule? atau mungkin ada juga yang tidak suka dan cendrung berfikir negativ ketika melihat orang indonesia punya pasangan bule. Sebelum kita berperasangka yang macam-macam, ayo kita coba pelajari seperti apa sih punya pacar bule atau lebih tepatnya di konteks ini, orang Jerman.Pertama-tama untuk menyamakan persepsi, menurut kebanyakan orang, bule adalah: …

Wow dari TKI dan Aupair akhirnya saya menjadi Mahasiswa dan bekerja di Eropa, ini caranya.

Buat kalian yang bercita-cita untuk sekolah di luar negeri, namun punya kendala biaya, jangan khawatir, saya punya pengalaman yang sama dengan kalian.

Sebelum kalian membaca lebih lanjut, pesan saya satu dan ini memang sudah benar-benar terbukti dan saya adalah salah satu orang yang membuktikannya. 

Dimana ada kemauan disitu ada jalan. Selama kalian memiliki tekad yang kuat untuk meraih sesuatu dan kalian berusaha semaksimal mungkin, maka saya yakin kesuksesan hanya tinggal menunggu waktu.

Okey, memang saya sudah banyak bercerita tentang pengalaman saya ini, akan tetapi saya suka mengulang cerita ini, karena saya ingin kalian tidak patah semangat seandainya kalian belum kunjung mendapatkan apa yang kalian cita-citakan.



Saya mungkin bukan orang yang paling agamis yang pernah kalian temuin, akan tetapi selama saya menempuh kehidupan disini, saya banyak sekali merasakan adanya tangan-tangan tidak terlihat yang membantu saya dikala saya mengalami kesulitan. Bahkan sebenarnya tidak lama s…