Direkt zum Hauptbereich

Studienkolleg, Apa dan Bagaimana?

Calon mahasiswa di Jerman yang berasal dari luar Eropa kebanyakan memiliki sertifikat kelulusan sekolah menengah yang tidak sesuai dengan standard qualifikasi di Jerman. Sebelum mereka bisa di terima di universitas-universitas di Jerman, mereka harus mengikuti program penyetaraan di Studienkolleg selama dua semester.

Proses pendaftaran Studienkolleg adalah sebagai berikut:
  1. Mendaftar di Universitas tujuan (Bukan di Studienkolleg) 
  2. Kalian mendapatkan undangan untuk mengikuti ujian penerimaan dari Studienkolleg yang berkerjasama dengan Universitas. 
  3. Ujian Penerimaan.
  4. Apabila lulus, kalian baru bisa mengikuti program penyetaraan di Studienkolleg
  5. Feststellungsprüfung atau ujian kelulusan di akhir tahun akademis 
  6. Kalian mendapatkan sertifikat kelulusan dari Studienkolleg yang kalian harus kalian lampirkan ketika mendaftar di Universitas tujuan.
Penting:  Sertifikat kelulusan dari suatu Studienkolleg tertentu juga bisa di gunakan untuk mendaftar di universitas-universitas lainnya di Jerman. Namun demikian, biasanya universitas pertama tempat dimana kalian mendaftar akan memberikan bonus nilai (kurang lebih 0,3), apa bila kalian mendaftar di universitas tersebut. Jadi kalian mendapatkan perlakuan khusus ketika mendaftar. Contoh: Nilai akhir saya di Studienkolleg FU Berlin 2,0 seandainya saya mendaftar di FU Berlin nilai saya menjadi 1,7. Apabila saya mendaftar di Uni Göttingen maka nilai saya tetap 2,0

Standard nilai di Jerman 1,0 - Sangat baik 6,0 - Sangat buruk (batas kelulusan adalah 4,0)
------------------------------------------------------------------------






Pendaftaran

Sebelum mendaftar di Studienkolleg ada beberapa hal yang perlu di persiapkan oleh calon mahasiswa:

1. Kemampuan bahasa Jerman
Walaupun temen-temen nantinya mendapatkan pelajaran bahasa Jerman yang super intensive, untuk bisa di terima di Studienkolleg teman-teman tetap harus memiliki kemampuan berbahasa jerman di level tertentu. Pada umumnya Studienkolleg mewajibkan minimal level B1 (Kurang lebih 400-600 Jam pelajaran). Kalian bisa membuktikan kemampuan bahasa Jerman kalian dengan menunjukan zertifikat dari institusi pembelajaran bahasa Jerman, seperti Goethe Institut. Pada umumnya Studienkolleg menerima hampir semua jenis sertikfikat yang temen-temen telah raih dari institusi bahasa di Jerman. Selain itu beberapa Studienkolleg mensyaratkan kemampuan bahasa Jerman level B2, khususnya untuk G/S Kurs (Ilmu pengetahuan Sosial dan Bahasa). Untuk mengetahui level apa yang di perlukan untuk bisa masuk ke Studienkolleg tertentu dapat di tanyakan langsung ke Studienkolleg tersebut, baik melalui email maupuns situs resmi mereka. Yang pasti, tanpa kemampuan dasar bahasa Jerman, kalian tidak bisa di terima di Studienkolleg.

2. Visa Studi
Sebelum kalian berangkat ke Jerman, kalian harus memiliki Visa studi dari kedutaan Jerman di Indonesia. Perlu diperhatikan bahwa perubahaan Visa dari visa turis ke visa pelajar adalah tidak memungkinkan. Perubahan jenis visa yang memungkinkan tanpa harus pulang ke Indonesia diantaranya: Visa Aupair ---> Visa Sprachschuler/ Visa Freiwilige Soziales Jahr (FSJ)  ---> Visa Studi

3. Terjemahan Dokumen Terlegalisir
Semua dokument dari sekolah menengah yang kalian dapatkan (termasuk raport kelas 3 SMA) harus di terjemahkan kedalam bahasa Jerman dan di legalisir oleh kedutaan.

4. Uang yang cukup
Sebelum kalian memutuskan untuk kuliah di Jerman, teman-teman harus memiliki uang yang cukup untuk membiayai kehidupan kalian selama minimal tahun pertama di Jerman. Mahasiswa memang di perbolehkan untuk berkerja, namun hal ini lebih memungkinkan apabila temen-temen sudah bisa berkomunikasi dalam bahasa Jerman dengan baik. Memang ada beberapa perusahaan yang tidak mensyaratkan bahasa Jerman, namun hali ini adalah tidak pasti. Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan kalian dalam bekerja, saya sarankan untuk bisa berbahasa Jerman minimal level B2. Besarnya dana yang dimaksud dengan cukup bisa dilihat DISINI

6. Aplikasi
Dokumen-dokumen dibawah ini wajib untuk disertakan di aplikasi kalian:

Ijazah SMA (atau sederajat)
Nilai Ujian Nasional
Raport kelas 3 (Halaman yang ada nilainya)
STTB
Sertifikat B1 (atau B2)
Formulir pendaftaran

7. Tanggal-tanggal Penting
Tanggal-tanggal pendaftaran dari Studienkolleg-studienkolleg di Jerman berbeda satu sama lain. Untuk mengetahui tanggal-tanggal pendaftaran, teman-teman bisa melihat di website dari universitas tujuan.

-----------------------------------------------------------------------

Ujian Penerimaan 

Ujian masuk Studienkolleg terdiri dari beberapa jenis ujian. Ada lima jenis ujian yang lazim di ujikan. Untuk mengetahui jenis-jenis ujian tersebut kalian bisa melihat di website Studienkolleg dari universitas tujuan kalian.  Di bawah ini saya lampirkan contoh-contoh dari test ujian masuk Studienkolleg atau disebut Aufnahmeprüfung

Apabila kalian berhasil menyelesaikan Contoh soal berikut dengan mudah, atau kalian berhasil menjawab setengah dari soal-soal tersebut dengan benar, maka kesempatan kalian untuk bisa di terima Studienkolleg pilihan cukup besar.

Semoga berhasil

CONTOH SOAL
KUNCI JAWABAN


Beliebte Posts aus diesem Blog

Culture Shock! Pengalaman Pertama Melihat Wanita Telanjang Di Eropa.

Betul, temen-temen gak salah baca judul post ini. Di seri blogger posts kali ini saya ingin berbagi sedikit beberapa pengalaman kultur shock saya selama saya tinggal di Eropa. Well... pada saat menulis blog ini, saya sudah 10 tahun tinggal di Eropa, dengan kata lain, ada cukup banyak yang bisa saya ceritakan ke kalian.

Sebelum saya mulai cerita ini perlu saya ceritakan bahwa sebelum saya pergi ke Eropa, saya belum pernah melihat wanita telanjang sama sekali temen-temen, kecuali dari filem porno atau dari melihat orang gila di jalanan. Waktu berangkat ke Jerman usia saya masih 19 tahun. Kebayangkan bagaimana "culun" dan "cupu" nya saya pada wakut itu.

Pada hari itu di Jerman adalah musim panas. Suhu udara nya kurang lebih 35 derajat, suhu yang cukup tinggi untuk penduduk Eropa. Saya masih tinggal di pinggiran kota Stuttgart waktu itu. Kalau tidak salah, itu adalah bulan ke tiga saya tinggal di Jerman. Saya tinggal bersama keluarga asuh saya yang kebetulan adalah seo…

Pacaran Dengan Bule, seperti apa, dan bagaimana caranya?

Hallo temen-temen semua, pertama-tama saya mau minta maaf kalau judul di atas kurang berkenan. Tulisan ini hanyalah sekedar intermezzo buat kalian yang sedang berjuang untuk berangkat ke Eropa. 
Tapi tentunya tulisan kali ini bukan berarti iseng-iseng, mungkin ada di luar sana temen-temen yang sedang mencari jawaban atas pertanyaan diatas, who knows? Tema kita kali ini mungkin tidak banyak kaitannya dengan study di Jerman atau Au pair, akan tetapi seperti yang temen-temen pernah lihat sendiri, tidak jarang orang indonesia berpacaran atau bahkan menikah dengan orang asing. Mungkin ada dari kita yang penasaran seperti apa sih punya pacar bule? atau mungkin ada juga yang tidak suka dan cendrung berfikir negativ ketika melihat orang indonesia punya pasangan bule. Sebelum kita berperasangka yang macam-macam, ayo kita coba pelajari seperti apa sih punya pacar bule atau lebih tepatnya di konteks ini, orang Jerman.Pertama-tama untuk menyamakan persepsi, menurut kebanyakan orang, bule adalah: …

Wow dari TKI dan Aupair akhirnya saya menjadi Mahasiswa dan bekerja di Eropa, ini caranya.

Buat kalian yang bercita-cita untuk sekolah di luar negeri, namun punya kendala biaya, jangan khawatir, saya punya pengalaman yang sama dengan kalian.

Sebelum kalian membaca lebih lanjut, pesan saya satu dan ini memang sudah benar-benar terbukti dan saya adalah salah satu orang yang membuktikannya. 

Dimana ada kemauan disitu ada jalan. Selama kalian memiliki tekad yang kuat untuk meraih sesuatu dan kalian berusaha semaksimal mungkin, maka saya yakin kesuksesan hanya tinggal menunggu waktu.

Okey, memang saya sudah banyak bercerita tentang pengalaman saya ini, akan tetapi saya suka mengulang cerita ini, karena saya ingin kalian tidak patah semangat seandainya kalian belum kunjung mendapatkan apa yang kalian cita-citakan.

Saya mungkin bukan orang yang paling agamis yang pernah kalian temuin, akan tetapi selama saya menempuh kehidupan disini, saya banyak sekali merasakan adanya tangan-tangan tidak terlihat yang membantu saya dikala saya mengalami kesulitan. Bahkan sebenarnya tidak lama s…